Toleransilah Dalam Ber Iklan!

Juni 15, 2008

Kadang kita sering melihat iklan yang tidak nyambung dengan apa yang akan disampaikan materinya. Pembuat iklan kadang sempit pikirannya. Kadang juga tidak toleran terhadap perbedaan.

Ciri-ciri iklan tidak nyambung:

1. sampho = gadis berambut panjang, rambut berwarna hitam, rambut lurus. 2. Iklan kecantikan = kulit putih, gadis kurus, agak ke indo. 3. Iklan lainnya = lebih banyak diisi gadis cantik dari pada materi iklannya.

Padahal Indonesia ini bermacam-macam jenis rambutnya, dari kriting, lurus, ikal, warna juga bermacam-macam, kulit orang Indonesia malah lebih banyak sawo matang ketimbang putih.

Coba kita kumpulkan materi iklan yang tidak nyambung, tidak toleran, dan lainnya.

Tentang Ahmadiyah

Juni 15, 2008

PRINSIP DASAR. Kalimat itulah yang harus kita pahami bersama. PRINSIP DASAR bisa juga dianggap IDIOLOGI. Dalam agama Islam Nabi Muhammad SAW adalah sebuah PRINSIP DASAR/IDIOLOGI yang tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Pendukung Ahmadiyah mungkin lupa, sehingga mengatakan bahwa negara kita bukan negara Agama (Islam), tapi negara Demokratis Pancasila. Sehingga mereka menganggap bahwa PRINSIP DASAR/IDIOLOGI agama Islam boleh dirubah, karena hak mereka.

Saya akan mencontohkan (bukan untuk menjelekkan) sebagai berikut : PRINSIP DASAR/IDIOLOGI negara Indonesia adalah Pancasilan bergambar Burung Garuda, dan Bendera Indonesia adalah Merah Putih. Jika ada orang yang mengganti Burung Garuda menjadi Burung Beo, atau Bendera Indonesia diganti dengan Bendera Bintang Kejora, maka Rakyat Indonesia akan marah, kenapa ? Kalau orang Indonesia yang merubah itu, maka orang itu akan dicap pengkhianat, kalau orang luar negeri, maka orang itu akan dicap pengganggu stabilitas.

Itulah yang disebut PRINSIP DASAR/IDIOLOGI. Sama pada dasarnya dalam agama Islam. Kalau ajaran agama Islam dirubah, maka PRINSIP DASAR/IDIOLOGI yang dianut Muslim, akan marah. Yang membela dari kalangan umat Islampun akan dicap pengkhianat.

Ingatlah wahai kawan. Jikalau negara kita tetap mempertahankan Ahmadiyah bagian dari Islam. Maka bisa jadi negara kita akan dicap sebagai pengkhianat Agama Islam. Agama Islam ada dimana-mana, lintas negara.

Solusi yang terbaik adalah mereka bubar, atau mereka mendirikan Agama Ahmadiyah dan melepaskan atribut keislamannya.

Turunnya Moralitas Penyiaran TV

Juni 10, 2008

Baru saja disiarkan film Ayat-ayat Cinta, Kun Fayakun. langsung muncul film Mau Lagi (ML). Budaya di Indonesia biasanya latah. Lagi demam horor, maka yang lain bikin film horor, lagi demam film cinta, maka yang lain ikut bikin film cinta. Lagi demam film Cinta Religius maka yang lain juga ikutan bikin film Cinta Religius.

Sebenarnya saya sendiri kurang srek, menonton Ayat-ayat Cinta, karena buku dengan filmnya, jauh sekali dari tujuan buku itu sendiri. Kalau dibuku terdapat unsur Cinta dan unsur Dakwah. Kalau di film Unsur Cinta dan Unsur Cinta (maksudnya ada 2  :-) ).

Tapi daripada tidak ada yang lain film Ayat-Ayat Cinta masih lebih baik dengan film jenis yang lain. Perbedaan yang mencolok adalah film ML. Kok bisa ya produsen film bisa mengeluarkan film seperti itu. Ada budaya  yang sangat kontras.

Mereka masih pakai selogan lama, kebebasan ekspresi, seni, dan menjual budaya kota. Padahal jumlah kota dengan jumlah desa lebih banyak jumlah desanya. Artinya secara bisnis kalau mereka mau, kenapa tidak menjual film dengan mengambil unsur budaya desa.

Dulu saya pernah melihat film kisah cinta di SMU, SMP. Lalu saya menduga, nanti ada film Cinta di SD. Dan ternyata sekarang itu ada. Coba kalau kita melihat film cinta di SMP. Pasangan SMP selalu teleponan, jalan-jalan, kebioskop, kadang dalam film mereka membawa mobil sendiri. Artinya film mengajarkan cara untuk berpacaran seperti itu. Coba kita rasakan, anak SMP untuk melakukan pacaran perlu modal besar. Jangankan untuk orang desa. Orang kotapun jarang yang mampu.

Film ML, adalah kemunduran. Kemunduran budaya, kemunduran moral, dan adat. Walaupun hanya sekedar judulnya saja.

Tunggu komentar saya ang lainnya ya ………………………

Hello world!

Juni 8, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.